Kapernaum News

Switch to desktop Register Login

Rapat III Panitia Sinode GBI 2012

E56-Pleno-IIIRapat III Panitia Sinode 2012 digelar di Graha Bethel, Jakarta (Senen, 30/01). Sebelum rapat, Pdt. Pudjo Setoto Abednego (Ketua BPH GBI) menyampaikan sambutan  singkat bahwa acara ini adalah “Pesta Rohani”, bukan semata-mata membicarakan soal-soal organisasi saja.  Hal ini sesuai dengan tema utama Sinode GBI XV yaitu “Menuai Bersama-sama dalam Kasih”. Artinya, semua menuai jiwa tidak menuai sendiri-sendiri, melainkan ada jejaring dan berlandaskan kasih Kristus.

Pdt. Pudjo selanjutnya mengutip nats Yohanes 4:35 “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”.

Atas dasar hal itu, ia mengatakan bahwa Sidang Sinode GBI XV (16-19 Oktober 2012) akan memilih pengurus Sinode periode 2012-2016. Semua pihak dihimbau untuk mulai mengadakan doa syafaat agar pelaksanaan persidangan bisa lancar dan tidak kekurangan sesuatu apapun.

Berkaitan  dengan nama-nama calon Ketua Umum Sinode (Balon, Red) periode 2012-2016, kata Pdt. Pudjo akan diadakan pemilihan pada SMD (Sidang Majelis Daerah) sebelum Sinode GBI XV dilaksanakan. SMD tersebut akan melakukan penyaringan Balon Ketua Umum BPH GBI dan menyampaikan kepada BPH GBI untuk di teruskan kepada MPL.

Selanjutnya, Sidang MPL terakhir (sebelum pelaksanaan Sinode GBI XV), akan melakukan verifikasi calon Ketum BPH GBI 2012-2016. Hasil verifikasi tersebut akan dibawa ke Sinode GBI XV untuk dipilih oleh para Pendeta (Pdt) peserta Sinode GBI XV di Jakarta. Mekanisme pemilihannya dengan cara voting. “Tuhan Yesus sendiri akan menentukan siapa Ketum BPH GBI periode berikutnya. Sebab, GBI sangat bergantung kepada Tuhan Yesus Kristus,” tegas Pdt. Pudjo.

E56-Pleno-III-aMPL IV di Batu, Malang-Jawa Timur (7-9 Nopember 2011) menyetujui Surat Permohonan BPH No. 1592/S XIV/BPH GBI/XI/11 tentang pemberian dispensasi kepada Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA yang telah menjabat 2 (dua) kali periode berturut-turut sebagai Ketua Umum BPH GBI untuk dapat dicalonkan kembali dalam pencalonan Ketua Umum BPH GBI periode 2012-2016. Persetujuan MPL IV tersebut dituliskan  dalam bentuk SK  No. 007/MPL IV GBI/2011. Surat Permohonan BPH BGI tersebut terbit berdasarkan usul-usul dari daerah-daerah tertentu.

Guna kelancaran pelaksanaan Sinode, Ketua BPH GBI ini berpesan agar Panitia Pelaksana bisa melibatkan rekan-rekan lain seperti BPD Banten, BPD Jawa Barat dan gereja-gereja lokal di wilayah tersebut. Hal itu mengingat kedua BPD tersebut lokasinya berdekatan dengan Panitia Pelaksana Sinode GBI XV di Jakarta. Sekaligus, mereka bisa membantu dalam pelaksanaan kerja, membantu masalah dana dan lain-lain.

Ketua BPH GBI ini mengulas kembali soal penggunaan kata “Sidang” pada Sinode GBI XV. Menurutnya, berdasarkan TTG (Tata Gereja) GBI, istilah sidang tidak dipergunakan. Sebab kata Sinode tersebut sudah mengandung makna persidangan.

BPH GBI katanya, membuka pintu untuk semua masalah, pemecahan masalah atau kesulitan-kesulitan seputar pelaksanaan Sidang Sinode GBI XV ini. “BPH satu jalur, hati dan misi untuk mensukseskan acara Sinode GBI XV ini,” tegasnya.

Semua peserta Sinode GBI XV perlu mendapatkan pengurapan Kuasa Roh Kudus, agar Sinode ini bisa berjalan sesuai dengan kehandak Yesus Kristus. Hal itu ditegaskan oleh Pdt. Paul R Widjaya selaku Ketua Umum Panitia Sinode GBI XV di Graha Bethel. Ia mengutip nats I Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”.

4 hal penting yang disampaikan Pdt. Paul yaitu semua hal yang perkaitan dengan Sinode, dibawa ke hadirat Tuhan Yesus agar sesuai dengan kehendak-Nya, melayani sesuai dengan standar Firman Tuhan dan mempergunakan pola pikir Yesus Kristus, bukan pola pikir lama.Berpikir dan bertindak sesuai dengan Tata Gereja, bukan terpengaruh oleh keadaan “hingar bingar” di luar.

Hal diatas bisa terlaksana jika diudukung oleh beberapa hal yaitu fokus kepada pelaksanaan Sinode, tidak mengulang kesalahan-kesalahan masa lalu,  bekerja dengan penuh tanggung-jawab. Sehingga Sinode ini bisa berjalan dengan suka cita dan meraih keberhasilan. Diakhir sambutan singkatnya, Pdt. Paul berpesan agar semua kegiatan yang berhubungan dengan Sinode GBI XV bisa dipublikasikan melalui Warta Sinode.

Ketua Pelaksana Pdt. Jason Balompapueng memberikan pengarahan agar rapat pleno digelar satu kali dalam 1 bulan, rapat bidang-bidang satu kali dalam 2 minggu. Hasil rapat bidang tersebut dibawa ke rapat pleno. Rapat bidang membicarakan sekaligus mengarahkan rapat seksi. Hasil dari rapat seksi tersebut dibawa oleh bidang terkait ke rapat pleno. Rapat pleno selanjutnya akan dilaksanakan di Graha Bethel, Jakarta (Senen, 27/2). Pada rapat tersebut, BPH GBI akan mendoakan dan melantik Panitia Pelaksana Sinode GBI XV. (ket.gambar: suasana rapat panitia pelksana sinode GBI XV). [pram]

 

 

 

© GBI Kapernaum | Jl. Jend. Ahmad Yani Kav.65 Cempaka Putih Timur - Jakarta 10510

Top Desktop version